Jelajah Wisata Sejarah Monumel Kapal Selam, Sebagai Bukti Kejayaan Maritim Indonesia

Jelajah Wisata Sejarah Monumel Kapal Selam, Sebagai Bukti Kejayaan Maritim Indonesia

Surabaya merupakan kota yang kaya akan destinasi wisata terutama wisata sejarah. Selain sebagai kota pahlawan, surabaya dikenal dengan kota multijuluk atau banyak julukan, dimana berbagai julukan diterima oleh kota dengan berbagai prestasi nasional maupun internasional ini.

Pekan lalu, saya berkesempatan untuk mengunjungi kembali kota surabaya. Rasanya tidak pernah bosan, meskipun sudah beberapa kali menelusuri berbagai destinasi wisata yang berada di kota ini. Benar sekali kalau surabaya juga disebut dengan kota budaya dan pariwisata, mulai dari wisata kuliner, alam, agama hingga sejarah semuanya ada.

Tempat Wisata

Selain itu, Surabaya juga kerap dijuluki sebagai Pusat Pembangunan Poros Maritim Nasional, tak hayal julukan tersebut sudah melekat sejak zaman dahulu, hal ini ditandai dengan adanya pusat bisnis dan pangkalan TNI Angkatan Laut sejak zaman kemerdekaan.

Sebagai bukti monumental untuk mengabadikan perjuangan tentara dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia maka Surabaya dipilih sebagai lokasi Monumen Kapal Selam. Keberadaan monumen ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat serta sebagai saksi kejayaan kemaritiman indonesia sejak zaman dahulu.

Monumen Kapal Selam

Rasa penasaran yang begitu besar terhadap monumen yang digadang-gadang sebagai monumen kapal selam terbesar di Asia ini, membuat saya rela melancong menyeberangi jembatan Suramadu dari Madura ke Surabaya.

Letak monumen ini berada di Jln. Pemuda Nomor 29 Kelurahan Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, tepat berada di bantaran kalimas atau sebelah timur area parkir Plaza Surabaya. Lokasi yang sangat strategis berdekatan dengan pusat bisnis akan memudahkan para wisatawan dalam mengaksesnya.

Area Monumen Kapal Selam atau Monkasel merupakan area yang dikhususkan untuk wahana edukasi dan wisata yang telah dibuka kepada umum sejak tahun 27 Juni 1998. Monkasel adalah kapal KRI Pasopati dengan nomor lambung 410 asal Rusia berjenis Whiskey Class yang telah tidak berfungsi (bukan kapal replika) setelah melaksanakan tugasnya dari tahun 15 Desember 1962 di TNI Angakatan Laut.

Dengan dimensi 76 meter, lebar 6,3 meter dan bobot 1300an ton yang menggunakan tenaga utama penggerak diesel 2x 2000 pk, kapal ini mampu melaju dengan kecepatan maksimum 18,3 knot diatas permukaan dan 13,5 knot dibawah permukaan pada masanya.

Selfie di Monumen Kapal Selam

Selama pengabdiannya, KRI Pasopati berada di garda terdepan untuk menghancurkan garis lintas musuh, mengadakan pengintaian, dan silent raids. Kapal ini telah ikut andil menegakkan kedaulatan negara seperti Pembebasan Irian Barat, Operasi Trikora pada 1962, Pertempuan Laut Aru, hingga Operasi Natuna Jaya.

Media Informasi, Memberikan Edukasi Secara Menyeluruh

Menelusuri dan mendapatkan informasi akan sangat mudah dengan adanya media informasi yang telah diberikan oleh pengelola wisata. Pengunjung akan mendapatkan banyak sekali pelajaran saat setelah mengunjungi monumen ini.

Media Informasi Kapal Selammm

Tabah sampai akhir” adalah motto kapal ini dalam melaksanakan tugasnya, memiliki makna mendalam yaitu akan terus maju sebelum menang. Apabila motto ini dikaitkan dengan kehidupan millenial sekarang, artinya selalu berusaha pantang menyerah mencapai semua yang kita impikan.

Nilai Sejarah, Bukti Kejayaan Maritim Indonesia

Perjalanan menjelajah dan mempelajari bagian kapal selam ini, akan dimulai saat kita menaiki tangga yang mengarah pada lambung kapal bagian depan. Kapal Pasopati memiliki 7 ruangan utama, yang terdiri dari ruang I sampai VII yang memiliki fungsi masing-masing.

Lorong Monumen Kapal Selam

Ruangan yang dimaksud antara lain ruang perwira, ruang torpedo, ABK, penyimpangan baterai dan diesel, ruang listrik, hingga ruangan torpedo buritan. Personil TNI Angkatan laut akan menempati ruangan tersebut sesuai dengan fungsi dan tugasnya untuk melakukan koordinasi guna mencapai satu tujuan.

Nilai Sejarah Monumen Kapal Selam

Menulusuri dari bagian depan kapal, tersimpan berbagai peralatan tempur yang tetap terjaga keberadaanya. Berada didalam lambung kapal terasa begitu pengap dan panas. Hal ini membuktikan bahwa awak kapal pada saat itu adalah orang yang luar biasa. Adanya monumen membuat kita merasakan perjuangan mengarungi lautan guna menjaga wilayah perairan Indonesia pada kala itu. Foto jajaran personil TNI yang mengabdikan dirinya di KRI Pasopati terpampang nyata dari masa ke masa di dinding kapal.

Fasilitas, Memadai dan Ramah Bagi Semua Kalangan

Berdekatan dengan monumen, terdapat kolam renang khusus anak-anak. Adanya fasilitas kolam tersebut guna memberikan kesan rekreasi sembari memberikan edukasi kepada anak tentang perjuangan kapal selam yang menjadi salah satu sejarah ini.

Fasilitas Monumen Kapal Selam

Berjalan kaki menelusuri setiap sudut kapal sangat menguras tenaga. Sontak perut mulai meronta ronta waktu itu, adanya fasilitas kios makanan dan kantin yang berada persis disamping ruang vidio rama tentu memudahkan pengunjung yang sudah kelaparan seperti saya.

Video Rama Monumen Kapal Selam

Untuk menambah wawasan, para pengunjung akan disuguhkan dengan film dokumenter tentang sejarah Kapal Selam Pasopati. Tepat dibelakang lambung kapal, menghadap ke sungai kalimas Ruangan vidio rama berada yaitu ruangan untuk menayangkan film dokumenter tersebut.

Sembari menunggu waktu penayangan yang dilakukan setiap satu jam sekali, saya pun beristirahat di kios atau kantin tepat disamping ruangan tersebut. Tak hanya itu, kita bisa memanfaatkan jeda waktu penayangan tersebut dengan menaiki perahu menelusuri sungai kalimas.

Apa yang Didapat Setelah Mengunjungi Monkasel?

Manfaat Mengunjungi Monkasel

Setelah menjelajahi kedalam kapal selam Pasopati 410 ada banyak pelajaran yang saya dapatkan guna sebagai wawasan serta evaluasi diri untuk lebih meningkatkan semangat pantang penyerah dalam mencapai impian.

Keberadaan monumen ini seolah menjadi cambuk bagi generasi muda dalam memajukan kemaritiman Indonesia, bila tidak bisa maka kita harus torehkan prestasi dalam bidang lainnya yang dapat berguna bagi kemajuan Indonesia.

Saat berada di lambung kapal kita dapat merasakan perjuangan para awak bertahan untuk melakukan koordinasi guna mencapai satu tujuan kala itu. Selain itu, Ruang terbuka hijau menjadi sarana penghilang penat bagi saya, menghirup udara segar dan menikmati lalu lalang kendaraan metropolitan dengan latar belakang gedung-gedung menjulang di sekelilingnya.

Kesan Terhadap Wisata Surabaya

Dari berbagai destinasi wisata yang pernah saya kunjungi di Kota Surabaya, ada 7 hal yang menurutku patut diacungi jempol antara lain seperti petunjuk, media informasi, profesionalitas petugas, fasilitas yang memadai, lingkungan yang selalu ramah bagi semua kalangan, estetika penempatan dan yang tak pernah ketinggalan yaitu menyisipkan nilai sejarah.

Sama halnya dengan julukan sebagai kota pahlawan, Nilai sejarah baik berupa peninggalan atau cerita selalu disisipkan pada hampir semua destinasi yang pernah saya temui di Surabaya seperti museum House of Sampoerna, Monumen Kapal Selam, hingga wisata modern seperti Suroboyo Carnival Park. Semua itu bertujuan untuk menumbuhkan dan menjaga semangat juang arek-arek suroboyo agar tetap membara.

Itu saja celoteh pengalaman dari saya, semoga selalu menumbuhkan rasa kecintaanmu terhadap NKRI, Salam Sejahtera! #JelajahWisataSurabaya #SurabayaTourism #BanggaSurabaya.

 

 

20 KOMENTAR

  1. Klo urusan grafis mah gak perlu diragukan lagi, mantabbb kak kerennnn hehehe. Btw aku penasaran pengen masuk ke monkasel jg.

  2. Jarang sekali ada wisata ditengah tengah kota, hanya di Surabaya, thebest

  3. kami sebagai orang sby sgt bangga anda mereview wisata sejarah, ulasan yang menarik

  4. Terima kasih informasi artikelnya bermanfaat bagi saya. Salam blogger. ..

  5. hehehe benar sekali agar menjadi bahan pelajaran bagi anak cucuk, sangat tepat pembangunan monumen ini 🙂 smoga kedepan pengelola selalu memberikan daya tarik yg lebih biar pengunjung makin banyak

Masukkan Balasan

*